Mendukung Indonesia Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur

Thursday, June 7, 2012

Laporan 2003, Tonggak Penting Asasul A'mal

Demi terjaganya benang merah dari masjid kita, Masjid Asasul Amal, berikut ini Drs. H. MOH. TOJJIB NABIL, M.Si, Ketua Umum Majelis Asasul Amal pada 7 Juni 2012 menyalin ulang sesuai aslinya Laporan Pertanggung Jawaban Pembangunan tahun 2003. Laporan ini merupakan salah satu tonggak penting, yang mendasari masjid di lingkungan RWVIII Kelurahan Medokan Ayu ini berdiri. Didalamnya juga terekam, proses tarik ulur hingga akhirnya disepakati lokasinya seperti yang ada sekarang ini.

LAPORAN PEMBANGUNAN
MASJID ASASUL A’MAL
SURABAYA
(25 Desember 2012)


ﺍﻟﺴﻼﻡﻋﻠﻴﻜﻢﻭﺭﺣﻤﮥﺍﷲﻭﺒﺮﮜﺎﭠﻪ
ﺒﺴﻢﺍﷲﺍﻟﺮﺣﻤﻦﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻠﺤﻣﺩﷲﺮﺐﺍﻠﻌﺎﻟﻣﻴﻦ. ﺍﻟﺻﻼﺓﻭﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻟﻰﺍﺸﺮﻒﺍﻷﻨﺑﻴﺄ ﻮﺍﻟﻤﺮﺴﻠﻴﻦ
ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻮﺤﺑﻴﺑﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻮﻋﻟﻰﺍﻠﮫ ﻮﺼﺤﺑﮫﺍﺠﻤﻌﻴﻦ. ﻗﺎﻞﺍﷲﺗﻌﺎﻠﻰﻓﻰﺍﻟﻘﺮﭐﮞﺍﻟﮕﺮﯾﻢ
ﻴﺎﺃﻴﻬﺎﺍﻠﺪﻴﻥﺁﻤﻧﻮﺍﻫﻝﺃﺪﻠﮑﻡﻋﻟﻰﭡﺠﺎﺭﺓ ﺘﻨﺠﻴﻛﻡﻤﻥﻋﺪﺍﺐﺃﻠﻴﻢ ﺘﺆﻤﻨﻮﻥ ﺒﺎﺍﷲ
ﻮﭡﺠﺎﻫﺪﻮﻥﻓﻰﺴﺒﻴﻞﺍﷲﺒﺄﻤﻮﺍﻠﮑﻢ ﻮﺃﻧﻔﺴﮑﻢﺫﺍﻠﮑﻢﺧﻴﺮﻠﮑﻢﺇﻥﮜﻧﭠﻢ ﭡﻌﻟﻤﻮﻥ
ﻗﺎﻞﺍﻟﻨﺑﻰﺻﻞﺍﷲﻋﻟﻴﻪﻭﺴﻠﻡ: ﻤﻥﺒﻧﺎﻣﺴﺠﺪﺍﺒﻧﺎﺍﷲﻠﻪﺒﻴﭡﺎﻓﻰﺍﻟﺠﻨﺔ. ﺍﻤﺎﺒﻌﺩﻩ:


Dengan mengucap syukur Alhamdulillah karena kita telah mendapatkan Rahmat, taufiq dan hidayah-Nya serta kasih sayang-Nya.Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, para Anbiya, para Utusan-Nya, keluarga-Nya dan para sahabat-Nya serta para pengikut-Nya sekalian.

Seiring do’a dalam rangka mewujudkan Program Jangka Pendek, Jangka Menegah dan Jangka Panjang Majelis serta upaya meningkatkan sarana serta prasarana, dan sehubunagn dengan telah selesainya pembangunan masjid, maka disampaikan dengan hormat laporan pertanggung jawaban Panitia Pembangunan Masjid Asasul A’mal Surabaya sebagai berikut:

A. LATAR BELAKANG
Sejak berdirinya kompleks perumahan kawasan Medokan Asri Utara Blok MA III Kelurahan Medokan Ayu Surabaya sekitar tahun 1995, secara bertahap warga baru mulai berdatangan dan pindah ke kompleks perumahan tersebut; pada saat itu penduduk relatif masih sedikit dan belum terasa akan kebutuhan rumah ibadah khususnya masjid bagi ummat muslim. Sejalan dengan perkembangan penduduk / warga baru yang semakin tahun semakin bertambah, maka masing-masing warga khususnya kaum muslimin mulai merasakan akan kebutuhan rumah ibadah sebagai sarana dan prasarana guna peningkatan iman dan taqwa kepada Alloh SWT serta sebagai pusat pembinaan mental generasi ummat muslim sekaligus tempat silaturrahmi antar warga sekitarnya.

Keinginan warga muslim yang pada saat itu jumlahnya diperkirakan tidak lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) sedikinya atau lebih 50% dari total penduduk yang muslim, maka Ketua Pengurus RW VIII Medokan Asri Utara mengadakan pembicaraan awal dengan Ketua RT 01 tentang pembangunan rumah ibadah yang rencana semula hanya pembangunan Musholla dengan konstruksi semi masjid yang kelak dapat dikembangkan menjadi masjid yang layak mengingat dana yang tersedia di Kas hanya sebesar Rp. 7.200.000,00 dari bantuan Kas Desa Kelurahan Medokan Ayu, namun rencana tersebut setelah diinformasikan kepada warga tidak diterima oleh sebagian warga khususnya warga RT 03 dan RT 04 bahkan mereka juga menolak rencana lokasi semula di Jalan Medokan Arsi Utara IV yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya karena dianggap kurang strategis.
Atas dasar tersebut Ketua Pengurus RW VIII Medokan Asri Utara mengadakan koordinasi dengan para Ketua RT dan nyatanya diputuskan untuk pembangunan rumah ibadah bukan lagi Musholla melainkan Masjid yang layak sekaligus rencana lokasinya diusulkan pindah ke Jl. Medokan Asri Utara VIII – IX yang pada waktu itu merupakan fasilitas umum untuk jalur hijau.

Selanjutnya Ketua Pembangunan Masjid mengajukan usulan kepada Pemerintah Kota Surabaya dengan surat Nomor 02/PANMAS.MA-III/I/2000 tanggal 24 Januari 2000 berserta lampiran keterangan persetujuan dari warga setempat.

B. DASAR PEMIKIRAN
Dengan berbagai pertimbangan dan mengacu pada hal-hal tersebut di atas, cita-cita untuk memiliki masjid tidak pernah surut walaupun pada saat itu masyarakat masih dihadapkan dengan masalah nasional yaitu akibat dari krisis moneter pada tahun 1997 yang masih terasa sekali perekonomian masyarakat pada umumnya belum stabil, namun dengan keyakinan yang tulus Panitia Pembangunan bersama Pengurus RW VIII Medokan Asri Utara tetap berjalan maju dengan pertimbangan antara lain :

1. Penduduk atau warga baru yang beragama islam semakin tahun semakin bertambah, sehingga kebutuhan masjid dipandang sangat mendesak dan menjadi prioritas utama dalam rencana pembangunan RW VIII;

2. Sejak tahun 1996 lahan areal fasilitas sosial untuk rencana masjid telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya di atas tanah konpensasi dari Yayasan Kas Pembangunan Kota Surabaya seluas 1.432,81 M2 yang terletak di Jl. Medokan Asri Utara IV tepatnya di sebelah barat kantor Lurah Medokan Ayu, di sebelah selatan rencana Balai RW VIII (sekarang menjadi Gedung Serba Guna Sekar Ayu) di sebelah timur Puskesmas Medokan Ayu (copy gambar terlampir).

3. Dana Kas sebesar Rp. 7.200.000,00 dari bantuan Kas Desa Medokan Ayu yang telah disepakati sebagai modal awal untuk pembangunan masjid dengan pertimbangan pada saat itu mayoritas penduduk RW VIII Medokan Asri Utara Blok MA III beragama islam.

4. Sudah 2(dua) tahun terakhir berturut-turut setiap bulan romadhon warga muslim telah melaksanakan sholat tarwih berjamaah menempati Balai Serba Guna Sekar Ayu.

C. MAKSUD DAN TUJUAN
Pembangunan masjid tersebut mempunyai maksud dan tujuan untuk mewujudkan sarana dan prasarana ibadah sebagaimana telah dicita-citakan ummat muslim Medokan Asri Utara Blok MA III yang pembangunannya memenuhi syarat teknis serta dapat dipergunakan sebagai pusat pembinaan mental dan pendidikan agama generasi penerus agar dapat menegakkan ajaran amar makruf nahi mungkar sekaligus sebagai sarana / prasarana menjalin akhuwah islamiyah dan menghargai atau menghormati hak sesama muslim tanpa merasa adanya pemaksaan kehendak bagi ummat muslim lainnya.

D. NAMA MASJID
Berdasarkan hasil pemikiran warga khususnya ummat muslim dan atas prakarsa Pengurus RW VIII Medokan Asri Utara, maka rencana masjid yang segera dibangun diberi nama “ASASUL A’MAL” yang menurut kamus bahasa arab “Asas” artinya “dasar atau pondasi” sedangkan “A’mal” artinya “perbuatan / amal terpuji atau baik” sehingga secara utuh dapat diartikan sebagai “pondasi perbuatan/amal yang terpuji” dengan harapan bahwa ketika masjid Asasul A’mal telah terbangun kelak dapat dipergunakan oleh semua ummat muslim khususnya warga RW VIII Medokan Asri Utara dan ummat muslim disekitarnya tanpa memandang latar belakang sosial budaya, suku, faham dan aliran (madzhab) yang berbeda-beda serta sebagai tempat untuk menggali dasar-dasar pengetahuan bagi semua ummat muslim ahlissunnah waljama’ah yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadist sesuai ajaran Rosululloh “Muhammad SAW” yang dibawa para Shohabatnya dan disebar luaskan oleh para Ulama’ yang harus ditaati oleh para pengikutnya.

E. PANITIA PEMBANGUNAN
Guna menjalankan dan mewujudkan rencana Pembangunan Masjid Asasul A’mal tersebut, maka dibentuk Panitia Pembangunan berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengurus RW VIII Medokan Arsi Utara dan disahkan pada tanggal 18 Oktober 2001 dengan susunan personil sebagai berikut :

Pelindung/Penasehat :
Lurah Medokan Ayu

Penanggung Jawab :
1. Drs. MOH. TOJJIB, M.Si. (Ketua RW VIII Medokan Asri Utara)
2. Ir. I. WAJAN LINGGA INDAJA, MT. (Wakil Ketua RW VIII Medokan Asri Utara)

Ketua :
1. H. MARWAN
2. TAMADJI
3. Drs. H. SOEDARMADI, M.Sc.

Sekretaris :
1. NASRIN RANGKUTI
2. BAMBANG SUMARGONO

Bendahara :
1. Drs. HARDI WIGIANTORO, SH.
2. Ir. RUDI PURNAMA
3. MURDJANI

Penggali Dana :
1. Ir. H. WIDYA KARISMAN
2. HARSONO
3. Drs. H. ARIBOWO, MA.
4. Drs. H. HENDRO SOETJAHJO
5. LIEM SETIARDJO
6. H. HISYAM BASWEDAN
7. JUDI AMBARI
8. Ir. H. MUCHJIN, M.Sc.
9. SUBIJANTO
10. Kol. Laut (Pur) SOEGITO PRAWIRODIHARDJO

Perencana :
H. MARWAN

Pengawas dan Pelaksana:
1. EDDY SUJANTO, ST.
2. SUKARTO
3. DODY W.P.

Pembantu Umum :
Ketua dan Wakil RT 01 s/d RT 04

F. PERPINDAHAN LOKASI
Lahan fasilitas sosial rencana lokasi masjid yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya di atas tanah konpensasi dari Yayasan Kas Pembangunan Kota Surabaya seluas 1.432,81 M2 sebagaimana disebutkan dimuka, tidak diterima oleh warga khususnya warga RT 03 dan warga RT 04 karena letak lokasinya terlalu jauh dan pojok serta kurang strategis, dan sebaliknya warga minta agar lokasi masjid berada ditengah antara warga RT 01, RT 02, RT 03 dan RT 04, maka Pengurus RW VIII Medokan Asri Utara mengadakan rapat koordinasi dengan para Ketua RT atas usulan warga tersebut,dan nyatanya disepakati bahwa tanah fasilitas umum jalur hijau yang terletak di Blok MA III-K tepatnya antara Jalan Medokan Asri Utara VIII dan IX untuk diusulkan kepada Pemerintah Kota Surabaya sebagai pengganti lokasi rencana masjid sebelumnya; Selanjutynya Panitia Pembangunan Masjid Asasul A’mal membuat dan mengirimkan surat Nomor : 02/PAN.MAS.MA-III/I/2001 tanggal 24 Januari 2001 dengan lampiran surat keterangan persetujuan warga yang diwakili oleh warga terdekat yaitu warga RT 02 dan RT 03 tertanggal 14 Agustus 2000.

Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dimana Pemerintah termasuk Pemerintah Kota Surabaya harus lebih diperhatikan aspirasi warga masyarakat setempat sebagai dasar pertimbangan membuat kebijaksanaan, maka usulan permohonan perpindahan lokasi Masjid Asasul A’mal dari Jalan Medokan Asri Utara IV (Blok MA III-I) ke Jalan Medokan Asri Utara VIII – IX Blok MA III-K No. 1 Surabaya disetujui oleh Pemerintah Kota cq. Walikota Kota Surabaya tertanggal 1 Agustus 2000 yang selanjutnya ditindak lanjut oleh Dinas Tata Kota dengan surat Nomor 451.2/10/402.5.11/2001 tangga 13 Maret 2001 perihal Garis Sempadan & Syarat Zoning untuk Masjid di kompleks Perumahan YKP Medokan Ayu Blok MA III-K; dan atas dasar surat zoning terserbut Panitia Pembangunan Masjid melanjutkan mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang telah terbit surat IMB Nomor : 188/1791-921/402.05.09/2001 tanggal 3 Maret 2001; dan masih ada catatan penting bagi Majelis Asasul A’mal bahwa Masjid Asasul A’mal s/d laporan ini disusun belum memiliki dan agar segera diurus surat Izin Sewa Pemakaian Tanah dari Dinas Pengelolaan Tanah Kota Surabaya.

G. PELETAKAN BATU PERTAMA
Sebagaimana lazimnya pembangunan yang sumber dananya berasal dari partisipasi masyarakat dan guna mendorong minat partisipasi yang lebih banyak lagi, maka pembangunan Masjid Asasul A’mal secara resmi dimulai dengan tanda peletakan batu pertama pada tanggal 1 Juli 2001 oleh Ketua Pengurus RW VIII Medokan Asri Utara dengan dihari sejumlah undangan dan massa yang malam hari sebulumnya telah mendukung penjualan obligasi atau partisipasi dompet amal jariyah yang berbentuk material, uang dan tenaga kerja lainnya.

H. PERUBAHAN BIAYA
Pada saat malam penjualan obligasi atau obral partisipasi dompet amal jariyah warga tepatnya pada tanggal 30 Juni 2001 terdapat beberapa warga muslim yang menawarkan jasa, baik berupa konstruksi tiang pancang dimana Panitia dapat membeli tiang pancangnya saja,sedangkan ongkosnya akan tanggung oleh pihak perusahaan, ada pula yang menawarkan perubahan design dan penambahan luas bangunan rencana masjid serta masih banyak lagi yang lain, namun karena penawaran partisipasi tersebut tidak dibicarakan dengan Panitia jauh-jauh sebelumnya, dilain sisi Rencana Anggaran Biaya sekaligus designnya sudah matang dan siap dilaksanakan bahkan peletakan batu pertama sudah siap dilaksanakan pada pagi harinya, maka Panitia hanya dapat menerima usulan perubahan design kerangka atap yang alternatif semula konstruksi baja atau atau ada 4(empat) tiang ditengah / dalam masjid, akhirnya kedua design tersebut tidak digunakan dan diganti konstruksi beton tanpa 4(empat) tiang ditengah / dalam masjid, sehingga perkiraan Rencana Anggaran Biaya yang semula diperkirakan hanya sebesar Rp.174.667.000,00 menjadi sebesar Rp. 207.900.000,00 bahkan tambah lagi karena ada kenaikan harga material bangunan yang sulit diperhitungkan serta perubahan lainnya.


I. SUMBER DAN PENGELUARAN BIAYA
Sumber daya dan biaya yang telah diterima Panitia Pembangunan Masjid Asasul A’mal berasal dari sumbangan dan partisipasi masyarakat baik intern warga RW VIII Medokan Asri Utara maupun extern yang terdiri dari para pejabat Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan pejabat Pemerintah Kota Surabaya serta pejabat lainnya berupa uang maupun materi lainnya dapat dirinci sebagaimana lampiran dan secara umum direkap sebagai berikut :
1. Sumbangan berupa material bangunan (terlampir)
2. Total sumbangan berupa uang sebesar ..................... Rp. 185.657.900,00
3. Total Anggaran Belanja sebesar ................................ Rp. 190.700.525,00
4. Total selisih (saldo kurang) sebesar ........................... Rp. -5.042.625,00

J. FOTO DOKUMENTASI KEGIATAN TERLAMPIR
Demikian laporan pertanggung jawaban Panitia Pembangunan Masjid Asasul A’mal Medokan Asri Utara Blok MA III Surabaya semoga mendapatkan ridho Allah dan dapat dilaksanakan dengan sukses.

Surabaya, 25 Desember 2003

PANITIA PEMBANGUNAN MASJID
ASASUL A’MAL

Surabaya, 07 Juni 2012
Disalin sesuai dengan aslinya
Oleh :

KETUA UMUM
MAJELIS ASASUL A’MAL SURABAYA

Ttd.

Drs. H. MOH. TOJJIB NABIL, M.Si
| Selengkapnya ...